<p><strong>DALUNG (19/04/2026)</strong> – Pencanangan Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa Dalung yang meliputi kegiatan sosialisasi mengenai pengelolaan dan pemilahan sampah dilaksanakan di Balai Banjar Dinas Tegal Luwih, Desa Dalung  pada Minggu (8/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang dilakukan oleh masyarakat bersama Kelian Banjar Dinas Tegal Luwih I Made Agus Sawitra, serta para kader bank sampah. Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dengan cara memilah sampah plastik maupun sampah organik sejak dari rumah.</p> <p> </p> <p>Sosialisasi ini dihadiri oleh Kelian Banjar Dinas Tegal Luwih, para kader bank sampah, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi dengan antusias. Dalam kegiatan tersebut dijelaskan bahwa setiap bulannya masyarakat dapat menyetorkan sampah plastik yang telah dipilah selama satu bulan untuk kemudian ditukarkan menjadi sejumlah uang melalui program bank sampah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik sekaligus menciptakan lingkungan banjar yang lebih bersih dan sehat.</p> <p> </p> <p>Kelian Banjar Dinas Tegal Luwih dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung kegiatan ini. Ia mengajak warga untuk mulai membiasakan diri memilah sampah, baik sampah plastik maupun sampah organik, karena jika dilakukan secara konsisten maka sampah tersebut dapat memiliki nilai manfaat. <em><strong>“Sampah sekecil apapun jika dikumpulkan secara konsisten dan dipilah dengan baik nantinya dapat ditukarkan menjadi uang. Selain itu, kegiatan ini juga dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan banjar agar tetap bersih dan nyaman,”</strong></em> ujarnya.</p> <p> </p> <p>Selain sampah plastik, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pengolahan sampah organik. Sampah organik dapat diolah menjadi eco enzyme maupun pupuk kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman serta membantu membersihkan air. Dengan pengolahan yang tepat, sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat memberikan banyak manfaat bagi lingkungan. </p> <p> </p> <p>Menurut Ibu Nia selaku salah satu warga, sampah plastik maupun sampah organik dan anorganik apabila dipilah dan diolah secara konsisten dapat membantu mengurangi jumlah sampah rumah tangga yang berakhir di tempat pembuangan akhir. <em><strong>“Sebagai masyarakat, mari kita mulai bersama-sama menciptakan lingkungan banjar dan lingkungan rumah yang bebas dari sampah plastik maupun sampah organik,”</strong></em> ungkapnya.</p> <p> </p> <p>Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Kadek yang turut hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa sampah organik dan anorganik merupakan jenis sampah yang paling sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga. <em><strong>“Sebagian besar sampah rumah tangga berakhir di tempat pembuangan sampah. Padahal jika diolah dengan baik, sampah organik dapat dijadikan eco enzyme atau pupuk kompos untuk menyuburkan tanaman, sedangkan sampah plastik dapat dipilah dan ditukarkan menjadi uang melalui bank sampah,”</strong></em> jelasnya. Melalui kegiatan sosialisasi ini, Kelian Banjar Dinas dan masyarakat Banjar Tegal Luwih berharap agar kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dapat terus meningkat. Dengan dukungan bersama, kegiatan bank sampah ini diharapkan dapat terus berjalan dengan baik sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan banjar.</p> <p> </p> <p><br /> <strong>(KIMDLG-015).</strong></p>
Giat Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Banjar Tegal Luwih, Dalung 
19 Apr 2026